Cerita Pak Adi

"This is all about my story, my feeling and my life"

About Me

My photo
Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia
Memandang masa ini sebagai rangkaian episode hidup untuk masa yang akan datang.

Tuesday, July 28, 2009

Rangkuman BAB III A. BADAN USAHA dan PERUSAHAAN

Salah satu kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat adalah produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Kegiatan ini dilakukan oleh suatu organisasi yang dikenal dengan perusahaan. Perusahaan memerlukan wadah yang terorganisasi. Wadah ini kemudian dikenal dengan istilah badan usaha.

Perusahaan digolongkan berdasarkan bidang usahanya dan berdasarkan tingkatannya. Berdasarkan bidang produksinya, perusahaan digolongkan menjadi perusahaan ekstraktif, agraris, industri manufaktur, perdagangan dan jasa. Berdasarkan tingkatannya perusahaan dikelompokkan menjadi perusahaan besar, menengah dan kecil (tergantung luas tempat usaha, tenaga kerja, modal, peralatan, dan omset).

Berdasarkan pemilik modalnya, badan usaha dikelompokkan menjadi tiga, yaitu BUMN, BUMS, dan Koperasi. Perusahaan perorangan (Po), Firma (Fa), Persekutuan Komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), dan yayasan tergolong BUMS. Sementara Perjan, Perum, dan PT Perseroan tergolong BUMN.

Berdasarkan tanggung jawab pemiliknya, badan usaha dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Badan usaha yang seluruh pemiliknya bertanggung jawab penuh, seperti Perusahaan Perorangan (Po), dan Persekutuan Firma (Fa).
2. Badan usaha yang seluruh pemiliknya bertanggung jawab terbatas, seperti Perseroan Terbatas (PT), PT Persero, dan Koperasi.
3. Badan usaha yang sebagian pemiliknya bertanggung jawab terbatas dan sebagian lagi bertanggung jawab penuh, seperti Persekutuan Komanditer (Commanditer Vennootschap / CV)

Dua tanggung jawab pemilik atas utang-utang perusahaan, yaitu tanggung jawab terbatas dan tanggung jawab penuh. Pada perusahaan perseorangan pemilik biasanya sekaligus sebagai pengusahanya. Pemilik memiliki tanggung jawab penuh terhadap usahanya. Di dalam CV ada dua kelompok pemilik, yaitu kelompok dengan tanggung jawab tak terbatas dan kelompok dengan tanggung jawab terbatas. Perseroan Terbatas (PT) terjadi apabila seluruh pemilik perusahaan mempunyai tanggung jawab terbatas dan modalnya terbagi atas saham-saham. Jenis usaha yayasan cenderung bersifat nirlaba (tidak mencari laba).

Seluruh modal Perjan berasal dari kekayaan Negara yang disalurkan melalui suatu departemen tertentu. Usahanya bersifat public service (pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat). Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat umum.

Pada Perum seluruh kekayaannya murni milik Negara. Namun, kekayaan Negara tersebut telah dipisahkan melalui kementrian khusus BUMN. Sifat usaha perum adalah public utility (pelayanan jasa yang memberikan kegunaan vital bagi masyarakat).

PT Persero merupakan perusahaan Negara yang membuka kesempatan bagi masyarakat swasta dalam/luar negeri untuk ikut serta menanamkan modalnya dalam perusahaan tersebut. Di sini peran pemerintah hanya sebagai pemegang saham. PT Persero bergerak dalam bidang layanan barang dan jasa.

Di tingkat pemerintah daerah ada perusahaan milik pemerintah daerah yang disebut Perusahaan Daerah (PD). Ketentuan dalam organisasi PD diatur dengan perda. Contoh PD adalah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Koperasi merupakan kumpulan orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama dalam memenuhi kebutuhannya. Mereka melakukan suatu usaha yang dikelola secara kekeluargaan atau kebersamaan untuk mencapai tujuan bersama.

Tuesday, July 21, 2009

RINGKASAN BAB 2, KEGIATAN POKOK EKONOMI

Dalam kehidupan sehari-hari setiap manusia melakukan berbagai kegiatan untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan tersebut dikenal dengan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi dibagi menjadi tiga kegiatan pokok, yaitu kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi.
Kegiatan ekonomi yang sifatnya menghasilkan barang maupun jasa disebut produksi. Orang yang melakukan produksi disebut produsen, sementara mereka yang menghasilkan jasa disebut pengusaha.

Tujuan kegiatan produksi, antara lain menghasilkan barang baru, menambah nilai/kegunaan suatu barang dan jasa, memenuhi kebutuhan sendiri atau orang lain, dan memperoleh keuntungan. Kegiatan produksi digolongkan ke dalam beberapa bidang produksi, yaitu produksi ekstraktif, produksi agraris, produksi industri manufaktur, produksi perdagangan dan produksi jasa.

Berdasarkan kegunaannya, kegiatan produksi dapat digolongkan dalam kegunaan dasar (produksi ekstraktif dan produksi agraris), kegunaan bentuk (produksi industri manufaktur), kegunaan milik (produksi perdagangan), dan kegunaan layanan (produksi jasa).

Faktor produksi / unsur produksi (unsur-unsur yang diperlukan dalam produksi untuk menghasilkan produk) dikelompokkan menjadi empat, yaitu sumber alam, kerja manusia, modal, dan kewirausahaan.

Faktor kerja manusia dikelompokkan menjadi tenaga kerja ahli terdidik/skilled labour (kelompok pekerja ahli yang dalam kerjanya lebih menekankan pada penggunaan pikiran), tenaga terlatih/trained labour (kelompok pekerja terlatih yang dalam kerjanya lebih menekankan pada penggunaan fisik dan pikiran secara seimbang), tenaga tidak terlatih/kuli (kelompok pekerja kasar yang dalam kerjanya lebih menekankan pada penggunaan tenaga fisik).

Sementara itu, faktor modal terdiri dari modal tetap (modal yang berupa alat-alat yang bisa digunakan lebih dari sekali dalam proses produksi) dan modal variabel (modal yang berupa bahan baku yang hanya bisa digunakan sekali dalam proses produksi kemudian habis).

Kegiatan kewirausahaan bertujuan mendapatkan keuntungan dengan berani menanggung resiko dalam mengelola usaha produksi.
Keahlian wirausaha dapat digolongkan menjadi tiga jenis; technical skill (kemampuan khusus bidang tehnik produksi untuk menghasilkan produk), managerial skill (kemampuan mengelola sumber daya dan kesempatan, serta berani menanggung resiko), organizational skill (kemampuan memilih, mengatur, dan menggerakkan orang dalam perusahaannya).

Usaha meningkatkan produksi dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi maupun intensifikasi. Peningkatan produksi dengan cara menambah tenaga kerja atau lahan produksi baru disebut ekstensifikasi. Sedangkan cara meningkatkan kemampuan produksi dari faktor produksi yang telah ada, tanpa menambah tenaga kerja atau lahan produksi baru dikenal dengan istilah intensifikasi. Contohnya, menggunakan bibit unggul, menambah pupuk, memperbaiki cara bertani, dan mengganti mesin tradisional dengan yang lebih modern.

Kegiatan ekonomi yang sifatnya memindahkan barang dari produsen hingga ke tangan konsumen disebut distribusi, tujuannya menyalurkan barang dari produsen ke konsumen dan memperoleh keuntungan. Distribusi yang diikuti dengan transaksi jual beli melahirkan istilah pemasaran (marketing), sehingga sering kali istilah distribusi diganti dengan istilah pemasaran. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan ini disebut distributor.

Jenis distribusi ada dua, yaitu distribusi langsung (penyaluran barang yang bersifat langsung dari produsen ke konsumen) dan distribusi tidak langsung (proses penyaluran barang melalui agen atau perantara lain).
Perantara distribusi terdiri dari pedagang dan perantara khusus (perantara yang tidak membeli, hanya membantu menjual barangnya produsen). Macam-macam perantara khusus yaitu agen (pekerjanya produsen, imbalannya upah dan atau bonus), komisioner (bukan pekerjanya produsen, imbalannya komisi penjualan), dan makelar/broker (hanya mempertemukan penjual dan pembeli untuk transaksi, imbalannya kurtase).
Pedagang dibedakan menjadi dua macam, pedagang besar (grosir) dan pedagang kecil (pedagang eceran/retailer).

Kegiatan distribusi juga terjadi dengan pihak luar negeri. Kegiatan ini meliputi pengiriman barang ke luar negeri dan pembelian barang dari luar negeri. Kegiatan membeli barang dari pedagang/produsen dalam negeri kemudian menjualnya ke luar negeri disebut ekspor.
Kegiatan membeli barang dari luar negeri kemudian barang-barang tersebut dijual kembali di dalam negeri disebut impor.

Kegiatan ekonomi yang sifatnya memakai atau menikmati barang maupun jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup disebut konsumsi, tujuannya memenuhi kebutuhan manusia sehingga dicapai kepuasan hidup. Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi yaitu materi (kekayaan), kesukaan atau selera, cuaca atau iklim, dan tingkat pendidikan.

Sifat konsumsi ada dua; bersifat vertikal (selalu berusaha memenuhi kebutuhan tertentu saja hingga tercapai kepuasan tertinggi) dan bersifat horizontal (selalu berusaha memenuhi kebutuhan secara merata/seimbang, tidak ada yang lebih ditojolkan), sifat horizontal ini yang dikatakan lebih rasional.

DETIL

Bidang-bidang produksi:
1. Produksi ekstraktif adalah kegiatan mengumpulkan kekayaan alam yang telah tersedia.
2. Produksi agraris adalah kegiatan mengolah alam atau hasil alam untuk menghasilkan barang baru.
3. Produksi industri manufaktur adalah kegiatan mengolah bahan menjadi barang lain.
4. Produksi perdagangan adalah kegiatan transaksi jual beli (pemindahan hak milik barang kepada pembelinya).
5. Produksi jasa adalah kegiatan yang dapat menghasilkan kegunaan atau jasa bagi orang lain.

Monday, July 13, 2009

BAB 1 Usaha Manusia untuk Memenuhi Kebutuhannya

RINGKASAN

Manusia selalu membutuhkan dan bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, manusia disebut mahluk sosial (homosocius).
Setiap manusia memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan tersebut dipenuhi dengan cara melakukan kegiatan ekonomi (menghasilkan barang atau jasa). Oleh karena itu manusia disebut mahluk ekonomi (homoeconomicus). Sebagai homosocius dan homoeconomicus, manusia ada yang bermoral dan ada yang tidak bermoral.

Kebutuhan menurut tingkat kepentingannya terdiri dari kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Kebutuhan menurut waktu pemenuhannya terdiri dari kebutuhan sekarang dan kebutuhan yang akan datang. Kebutuhan menurut sumber yang merasakan atau menurut sifatnya terdiri dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan menurut cara pemenuhannya atau subjeknya terdiri dari kebutuhan individual dan kebutuhan kolektif/sosial.

Manusia memerlukan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhannya, baik sumber daya alam (SDA) maupun sumber daya manusia (SDM). Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui disebut SDA unrenewable. Sementara sumber daya alam yang dapat diperbarui disebut SDA renewable.

Tindakan ekonomi yang dilakukan manusia umumnya didorong oleh keinginan dan kebutuhan yang dirasakannya. Dorongan ini disebut dengan motif yang bisa bersifat ekonomi dan nonekonomi. Manusia yang menerapkan prinsip ekonomi akan selalu melakukan kegiatan/ekonominya secara rasional (masuk akal).

Dengan selalu mempertimbangkan secara rasional antara pengorbanan dan hasil yang dicapai, berarti manusia telah berpedoman pada prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi yang pertama, yaitu pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal. Sementera prinsip ekonomi kedua, yaitu pengorbanan minimal untuk hasil yang tertentu

DETAIL

Homosocius: manusia sebagai mahluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa orang lain.
Homoeconomicus: manusia selalu memiliki kebutuhan dan akan berusaha memenuhinya (dengan melakukan kegiatan ekonomi) untuk mencapai kepuasan dan kesejahteraan.

Keinginan (wants): berkaitan dengan situasi orang yang memerlukan pemuasan.
Kebutuhan (needs) : berkaitan dengan keberadaan alat pemuas (barang dan jasa). Keinginan dapat dipuaskan apabila kebutuhan akan alat pemuas yang diperlukan terpenuhi.
Contoh: Seorang siswa ingin membaca komik (keinginannya adalah membaca buku komik) maka ia butuh buku komik (kebutuhannya adalah buku komik). Keinginan membaca buku komik akan terpenuhi atau terpuaskan apabila kebutuhan akan buku komik telah terpenuhi.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha mempertahankan hidup yang layak, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan primer/pokok. Contoh: bagi siswa sekolah, kebutuhan primernya adalah pakaian seragam, buku, alat tulis dan jasa guru. Jika kebutuhan itu terpenuhi, maka ia akan hidup layak sebagai siswa. Sebaliknya, jika kebutuhannnya tidak terpenuhi, maka kehidupannya sebagai siswa sekolah menjadi tidak layak.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau menambah kebahagiaan hidup, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder bagi siswa sekolah misalnya; televisi, majalah, jaket dan jajan.

Apabila keinginannya berkaitan dengan usaha menciptakan atau meningkatkan harga diri atau gengsi, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan tersier. Contoh bagi siswa sekolah misalnya; handphone blackberry, laptop, dan lain-lain.

Jika ada keinginan yang tidak dapat ditunda pemenuhannya, maka kebutuhan akan alat pemuasnya menjadi kebutuhan sekarang. Contoh orang yang sakit butuh obat. Sebaliknya jika pemenuhannya dapat ditunda maka termasuk kebutuhan yang akan datang.

Kebutuhan jasmani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan jasmani (makanan, pakaian, dll). Kebutuhan rohani: kebutuhan yang alat pemuasnya banyak berkaitan dengan rohani (hiburan, tempat ibadah, sumber pengetahuan, dll)

Apabila kebutuhan alat pemuas dapat dipenuhi secara pribadi/individual, maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan individual, contoh; sikat gigi, motor, dll. Apabila kebutuhan alat pemuas harus dipenuhi secara bersama-sama (kolektif/sosial), maka kebutuhan itu dikenal dengan kebutuhan kolektif/sosial, contoh; jalan raya, rumah sakit, dll.

SDA bebas: SDA yang jumlahnya tak terbatas (lebih banyak) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (oksigen, angin, sinar matahari, air di daerah tertentu, dll).
SDA ekonomi: SDA yang jumlahnya terbatas (lebih sedikit) dibandingkan kebutuhan manusia akan SDA tersebut (ikan laut, kayu hutan, air di daerah tandus, dll).

Kegiatan/tindakan ekonomi: Kegiatan menghasilkan barang/jasa.
Motif (ekonomi/nonekonomi): keinginan yang mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi. Contoh: Pak Adi membuka usaha industri tas dan sepatu. Motif ekonomi Pak Adi ingin mendapat keuntungan guna meningkatkan kemakmuran.

Motif nonekonomi Pak Adi ingin menciptakan lapangan kerja dan mendidik anak-anaknya agar mampu berwirausaha mandiri. Biasanya motif nonekonomi bertujuan nonkemakmuran, misalnya ingin mendapat kasih sayang, keamanan, ketentraman, penghargaan, kedudukan, keinginan untuk mendidik, membahagiakan atau membantu orang lain

Apabila keinginan untuk memperoleh barang atau jasa berasal dari kesadaran diri sendiri maka disebut motif intrinsik, jika dorongan berasal dari orang/pihak lain maka disebut motif ekstrinsik.

Prinsip ekonomi yang pertama, yaitu pengorbanan tertentu untuk hasil maksimal. Contoh, dengan modal Rp20.000,00 umumnya mampu dihasilkan 8 donat, namun kita bisa hemat, cermat dan tepat sehingga menghasilkan 10 donat.
Sementera prinsip ekonomi kedua, yaitu pengorbanan minimal untuk hasil yang tertentu. Contoh, telah diterima uang pesanan Rp20.000,00 untuk 8 donat, dengan bekerja secara hemat, cermat dan tepat membuat dana yang digunakan cukup Rp18.000,00 untuk 8 donat dengan kualitas donat sesuai pesanan.